


Minggu, 29 November 2009 | 02:56 WIB
Jakarta, Kompas - Fauzi Abdullah, aktivis yang konsisten dalam gerakan penyadaran hak-hak buruh, meninggal dunia di Bogor, Sabtu (28/11). Ozi, demikian rekan-rekannya memanggil, dimakamkan kemarin.
Sebelum dimakamkan, mantan anggota Lembaga Bantuan Hukum yang kemudian memimpin Lembaga Informasi Perburuhan Sedane dan menjadi evaluator di Resource Management and Development Consultant (Remdec) itu disemayamkan di rumah duka di Jalan Sedane Gang Banjar, Empang, Bogor.
Indrasari Tjandraningsih , Contributor , Jakarta Post | Wed, 12/09/2009 2:22 PM | Lifestyle
He left when he was needed most. He left when the oppressed were still struggling to have their say. In spite of it all, labor activist Fauzi Abdullah departed with more than just memories.
Oji, as his fellow activists called him, left a legacy: keep fighting against injustice.
Baca selengkapnya...Indonesian labour activists are mourning the passing of a great man
Not long after 8 pm on the night of 27 November, Indonesian labour activist networks around the world began buzzing with the news of the death of Fauzi Abdullah, a stalwart of the activist community, who devoted more than half his life to Indonesia’s workers.
JAKARTA - Pembela kaum buruh Fauzi Abdullah tutup mata pada usia 60 tahun. Menurut Dwi Purwanti, istri almarhum, Fauzi mengembuskan napas terakhir sekitar pukul 19.55 tadi malam di rumahnya di Jalan Sedanu, Gang Banjar, Kabupaten Bogor.