Lembaga Informasi Perburuhan Sedane

Sedane Labour Resource Center

Thursday
Mar 11th
Text size
  • Increase font size
  • Default font size
  • Decrease font size

Aktivis Buruh Fauzi Abdullah Wafat

Email Cetak PDF

JAKARTA - Pembela kaum buruh Fauzi Abdullah tutup mata pada usia 60 tahun. Menurut Dwi Purwanti, istri almarhum, Fauzi mengembuskan napas terakhir sekitar pukul 19.55 tadi malam di rumahnya di Jalan Sedanu, Gang Banjar, Kabupaten Bogor.

"Almarhum menderita sakit lever dan paru-paru," katanya. Mendiang, Dwi melanjutkan, tak pernah mengeluhkan sakitnya. "Dia enggak mikir diri sendiri, mikirin orang lain," ujar dia.

Almarhum sempat dirawat di rumah sakit selama tiga minggu. Namun, sekitar dua pekan alu, ia sudah diizinkan pulang oleh dokter. Dwi mengenang suaminya sebagai laki-laki yang luar biasa.

"Enggak pernah nyakitin istri, baik banget. Enggak pernah marah," ujar dia.

Pria yang kerap disapa Ozi ini lahir di Bogor pada 15 November 1949. Terlahir sebagai anak ketiga dah 13 bersaudara, Fauzi menggeluti dunia perburuhan sejak menjadi tenaga honorer di Lembaga Bantuan Hukum pada 1980.

Awalnya, Ketua LBH Adnan Buyung Nasution melarang Ozi menangani kasus-kasus buruh secara langsung, karena ia bukan sarjana hukum. Bukannya mundur, almarhum justru mengunjungi rumah para buruh yang bermasalah dengan perusahaannya. Di rumah mereka, almarhum berdiskusi, belajar, kemudian me- nawarkan jalan keluar.Tiga tahun berselang, ia resmi bergabung dengan LBH.

Bekas dosen Fakultas Sastra Universitas Indonesia ini memiliki reputasi bagus dalam membangkitkan kesadaran buruh pada era 1980. Dalam suasana represif Orde Baru, pola perjuangan nonkon-frontalif yang digelar Fauzi terbukti efektif. Fauzi lalu memimpin Lembaga Informasi Perburuhan Sedane di Bogor.

Gara-gara takut menyengsarakan keluarga, Fauzi lama tak berani berumah tangga. Sampai berusia 49 tahun, almarhum membujang. Pada 2000, ia menyunting Dwi Purwanti, gadis aktivis perburuhan. Adnan Buyung Nasution

mengenang almarhum sebagai pemikir cum aktivis yang hebat pada era 1980. "Jasanya dalam mencerdaskan gerakan buruh di zamaa Orba luar biasa," kata Buyung.

Secara rahasia, almarhum memulai upaya mencerahkan tokoh-tokoh buruh di. Indonesia dengan kursus-kursus perburuhan rahasia di LBH, pada malam sampai pagi hari. Kursus serupa dia gelar di tempat-tempat tersembunyi di berbagai kota.

Pengacara senior Todung Mulya Lubis merasa kehilangan seorang yang tak mengenal lelah dalam berjuang. "Fauzi adalah pejuang hak asasi yang tak punya pamrih. Dia tulus dan bersahaja," kata Todung.

sunu i juub

bataviase.co.id, Sabtu, 28 November 2009

Pemutakhiran Terakhir ( Jumat, 11 Desember 2009 08:39 )  
Menurut anda sudahkah serikat buruh sekarang memperjuangkan nasib anggotanya?
 

Organisasi Links